Perkuat Kesiapsiagaan, BPBA Gandeng ORARI Tingkatkan Kapasitas Komunikasi Darurat Personel

Julizar yang merupakan perwakilan Ketua ORARI Daerah Aceh sekaligus Ketua Lokal ORARI Banda Aceh memberikan materi pada Pelatihan Alat Komunikasi Darurat bagi Personil BPBA Tahun 2026

Banda Aceh
– Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh. Salah satunya melalui pelaksanaan pelatihan penggunaan alat komunikasi darurat bagi personel BPBA tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam memastikan sistem komunikasi berjalan efektif pada setiap fase penanggulangan bencana, mulai dari pra bencana, saat tanggap darurat, hingga pascabencana.

Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, menegaskan bahwa komunikasi memiliki peran vital dalam mendukung koordinasi di lapangan.

“Komunikasi adalah tulang punggung koordinasi dalam penanganan bencana. Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan seluruh personel mampu menggunakan perangkat komunikasi secara efektif, cepat, dan tepat dalam situasi darurat,” ujarnya.

Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis dan operasional dalam penggunaan perangkat radio komunikasi seperti handy talky (HT) dan rig. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman terkait prosedur penggunaan yang aman serta strategi menjaga stabilitas jaringan komunikasi di tengah kondisi krisis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA, Bobby Syahputra, menjelaskan bahwa metode pelatihan dirancang secara aplikatif.

“Kegiatan ini mengombinasikan teori dan praktik langsung, termasuk simulasi kasus. Tujuannya agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengoperasikan dan memelihara sistem komunikasi secara mandiri,” jelasnya.


Pelatihan akan dilaksanakan di Kantor BPBA Provinsi Aceh dengan melibatkan sekitar 40 peserta dari internal BPBA. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dan organisasi terkait, seperti Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio, Radio Antar Penduduk Indonesia, serta Organisasi Amatir Radio Indonesia.

Dari unsur ORARI, materi akan disampaikan oleh Julizar yang merupakan perwakilan Ketua ORARI Daerah Aceh sekaligus Ketua Lokal ORARI Banda Aceh. Kehadiran ORARI dinilai penting mengingat peran strategis radio amatir dalam menjaga komunikasi tetap berjalan saat infrastruktur telekomunikasi konvensional terganggu akibat bencana.\


Melalui pelatihan ini, BPBA berharap kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat semakin meningkat, khususnya dalam hal koordinasi lintas sektor dan penyampaian informasi yang cepat, tepat, serta akurat kepada masyarakat.

Sinergi antara BPBA dan ORARI ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem komunikasi darurat yang andal di Aceh, daerah yang dikenal memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال